Tumbuh di Atas Ekspektasi, Ekonomi Indonesia Capai 5,61 Persen pada Kuartal I-2026

Kinerja ekonomi Indonesia pada awal 2026 menunjukkan tren yang impresif dengan angka pertumbuhan menyentuh 5,61 persen. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kuatnya daya beli masyarakat yang dibarengi dengan akselerasi di sektor hilirisasi dan investasi.

Rosan menjelaskan bahwa komposisi penyumbang pertumbuhan ekonomi kini mulai bergeser ke arah yang lebih seimbang. Meski konsumsi domestik masih mendominasi sebagai kontributor terbesar, investasi telah bertransformasi menjadi pilar yang lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya, memberikan dorongan tambahan bagi stabilitas ekonomi nasional secara menyeluruh.

Dalam acara Kadin Indonesia Monthly Diplomatic Economic Breakfast di Wisma Danantara, Jumat (8/5/2026), Menteri Investasi Rosan Roeslani memaparkan struktur pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa kekuatan konsumsi domestik tetap menjadi fondasi utama, disusul oleh sektor investasi sebagai motor penggerak kedua.

Secara spesifik, Rosan menyebutkan bahwa investasi memberikan kontribusi sebesar 1,79 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61 persen. Jika dipresentasikan, peran investasi ini setara dengan 31 hingga 32 persen dari seluruh capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut.

Menteri Investasi Rosan Roeslani menyoroti lonjakan kontribusi sektor investasi yang semakin mengesankan dibandingkan periode sebelumnya. Dari yang awalnya hanya berada di level 27-28 persen, porsi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 30 persen pada tahun lalu, dan kini telah mendekati angka 32 persen.

Kenaikan porsi inilah yang menurut Rosan menjadi faktor kunci di balik pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,61 persen. Kendati demikian, ia memberikan catatan bahwa sektor ekspor perlu dipacu lebih maksimal agar dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian. Selain itu, belanja pemerintah tetap dipandang sebagai instrumen penting dalam menjaga ritme pertumbuhan yang sudah ada.