Ekonomi digital Indonesia terus berekspansi dengan pertumbuhan transaksi e-commerce mencapai 6,2% (qtq) pada kuartal pertama 2026. Dalam Rakorbangpus yang digelar di Jakarta, pihak BPS mengungkapkan bahwa tren belanja melalui sistem elektronik (PMSE) didominasi oleh perilaku konsumsi masyarakat yang memanfaatkan periode libur hari raya untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
Data ini menunjukkan bahwa integrasi gaya hidup digital masyarakat semakin mendalam. Shopee menjadi aplikasi yang paling dominan digunakan, menunjukkan efektivitas strategi platform dalam menangkap peluang pasar di tengah masa puncak belanja nasional. Pertumbuhan ini dianggap sebagai katalis penting bagi pergerakan ekonomi ritel nasional sepanjang tahun 2026.
Pergeseran perilaku belanja masyarakat Indonesia semakin nyata pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Data terbaru menunjukkan bahwa 41% masyarakat kini lebih memilih platform daring sebagai tempat berbelanja utama, jauh melampaui pasar lokal (23%) serta pusat perbelanjaan fisik atau mal (13%). Tren ini mengukuhkan posisi e-commerce sebagai pilar utama konsumsi rumah tangga selama hari raya.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mencatat adanya lonjakan signifikan kunjungan situs web pada Maret 2026. Shopee tercatat sebagai pemimpin pasar dengan performa yang sangat dinamis: sempat menyentuh 167 juta kunjungan di Januari, mengalami koreksi menjadi 139,1 juta di Februari, namun melonjak drastis hingga 191,4 juta kunjungan pada puncak musim belanja Maret 2026.
Persaingan E-Commerce Maret 2026: Tokopedia di Posisi Kedua

Peta persaingan platform belanja daring di Indonesia semakin mengerucut pada Maret 2026. Menyusul dominasi Shopee, Tokopedia menempati posisi kedua dengan catatan 64,3 juta kunjungan. Sementara itu, Lazada dan Blibli masing-masing mengamankan posisi berikutnya dengan 32,5 juta dan 20,9 juta kunjungan pada periode puncak Ramadan dan Idulfitri tersebut.
Di sisi lain, ekosistem pembayaran digital nasional mencatatkan pencapaian luar biasa. Transaksi berbasis QRIS tumbuh masif hingga 111,94% secara tahunan (year-on-year) pada kuartal I/2026. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa total transaksi QRIS telah menembus angka 2,16 miliar, menandakan adopsi metode pembayaran nontunai yang semakin mendarah daging di masyarakat.
Baca Juga: Shopee Ubah Tarif Gratis Ongkir Ekstra